Vrydag 15 Maart 2013

Artikel

Catatan

Sang Pemberontak

Jadikan Teman | Kirim Pesan
Terlahir di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1987. Hanyalah lelaki biasa yang mencoba menikmati hidup secara sederhana. Suka kesunyian & merasa takut terlalu lama dikeramaian.

Ketika Pol PP Latah Mengartikan PUNK

REP | 15 September 2011 | 00:22 Dibaca: 370   Komentar: 0   Nihil
1316020844192720078Sebelas Anak Punk Ditangkap Pol PP, rambut mereka yang beraneka warna, dipangkas”. Seulas Berita yang jadi headline di halaman koran terbitan Sumatera Barat Barat, 14 Mei terasa sangat memilukan. Sebelas anak muda yang masih mencari jati diri, terpampang di poto utama surat kabar itu. Mereka kelihatan takut, jelas sekali mental mereka akan surut. Padahal, mereka adalah generasi yang seharusnya dibimbing! Bukan ditakuti, dengan berita yang menyudutkan.
Lebih menyudut ke skala lebih kecil. Di Sumbar, pemikiran masyarakatnya akan Punk, sangat tidak rasional. Mungkin hanya sebagian kecil yang tahu, apa Punk itu sesungguhnya. Jangankan Pemerintah, Wartawan, atau pun orang biasa, para bocah yang sering menganggap dirinya Punkers pun, mungkin tak tahu apa Punk itu sesungguhnya. Mungkin bagi mereka, Punk itu hanya sekedar pakaian, style, musik atau jalanan. Padahal, Punk tak hanya itu, Punk itu adalah jiwa. Punkers, adalah orang-orang yang menolak kemapanan.
Berbalik pada berita surat kabar satu hal yang terpikir, apakah si pembuat berita (baca : wartawan) yang merilis kabar itu tahu, apa Punk sesungguhnya. Mungkin saja mereka hanya menuruti ucapan Kepala Kantor Pol PP, yang menyebut kalau 11 orang yang mereka tangkap itu adalah Punkers. Lalu, untuk apa mereka jadi wartawan kalau hanya percaya pada ucapan seseorang (menurut pemikiran saya-red) . Maryulis Max Seorang kawan, yang juga guru- pernah menyebut, wartawan itu harus punya sifat tak percaya pada omongan seseorang. Mereka harus menggali suatu informasi dengan details, tanpa menyampingkan unsur keseimbangan.
Bukannya sok menggurui wartawan. Tapi, saya merasa hanya sedikit lebih tahu dari para wartawan-wartawan yang selalu menyudutkan Punk. Atau mungkin, mereka mendramatisir kejadian untuk sesuatu hal menghebohkan. Kalau iya, runtuhlah kita! Padahal, seorang wartawan harus berpikiran terbuka. Mereka harus siap dalam situasi apapun saat harus menggali informasi, meski pun fakta dalam informasi/apa yang akan diberitakan tersebut bertentagan dengan bathinnya.
Hanya mencoba menjelaskan. Punk itu merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Punk merupakan ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Punk lahir berlandaskan kemerosotan moral para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan Punk sebagai perusuh karena. Bahkan, mereka berusaha menyudutkan komunitas Punk. Banyak pula yang merusak citra Punk dengan tulisan dan slogan. Salah satu penumbang ‘penyingkiran’ itu adalah media massa. Mereka menggambarkan pada dunia luas, kalau Punk itu penjahat! Punkers merupakan orang-orang yang penuh dengan jiwa kotor! Padahal, menurut pengamat sosial, Punk adalah komunitas yang murni hidup dari larat pembangkangan, akan ketidakadilan.Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah adalah penjahat. Lalu, apakah memang baik-buruknya orang bisa dilihat dari pakaian?
Punkers banyak ditemui dimana saja. Gaya, penampilan, dan aksesoris-nya yang mencolok menjadi pemikat banyak orang untuk melirik gaya hidup mereka. Punkers terkesan antikemapanan dan antisosial. Itu terbukti dengan gaya rambut MOHAWK ala suku Indian. Rantai yang digantung di saku, sepatu tinggi junggle. Pakaian yang serba berwarna hitam, gelang dari besi yang menghiasi pergelangan tangannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pakaian Punkers. Ditambah lagi celana JEANS super ketat hingga mata kaki yang dikenal dengan celana STREET dan paduan baju yang lusuh.
Dalam skala negara, Punk mengusung ide anarkisme. Anarkisme yang dimaksud bukanlah tindak kekerasan yang sering diidentikan oleh berbagai kalangan pada keberadaan kaum Punk. Anarkisme sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat yang bebas. Di sini anarkisme menghendaki tatanan sosial yang tidak seorangpun bisa menindas atau mengekspolitasi orang lain. Sebuah tatanan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang setara untuk mencapai perkembangan material dan moralnya secara maksimal. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara. Nampaknya, idealisme kaum Punk dalam konteks negara kudu siap ngadepin kenyataan sosial. Anarkisme adalah paham yang naif milik para pemimpi dan orang-orang putus asa.
Mereka menyadari ideologi ini sulit dikembangkan karena masyarakat masih membutuhkan negara untuk mengatur mereka. Khusus untuk YANG TERHORMAT Kumpulan Penengak Perda bernama POL PP. Saya tak menyalahkan anda secara penuh. Mungkin saja emang, belum mengerti Punk itu. Tapi, seharusnya, bapak-bapak sekalian harus mengetahui pasti, apa Punk itu. Jangan hanya nyerocos tak jelas. Pak, Punk itu apa? Anak jalanan bukan Punkers. Orang yang berambut mohawk, belum tentu Punkers.
Satu hal, tindakan pemotongan rambut yang dilakukan Pol PP sudah (mungkin) melanggar Hak Azasi Manusia. Jangan terlalu egosi dalam bertindak. Tuan, PUNK itu tak seperti yang kalian bayangkan! Punk bukan sampah, tak pula maling selayaknya “sebagian pejabat” yang merampok uang negara! Punk hanya sekumpulan manusia yang mencoba mencari arti, menolak kemapanan dan menghendaki tatanan sosial yang tidak seorangpun bisa menindas atau mengekspolitasi orang lain.

BERITA



penulis bukan seorang yang menghambakan dirinya menjadi seorang punk, punk bukan agama bagi penulis tapi menurut nya punk adalah cara kita menyikapi hidup ini dengan tidak tergantung pada orang lain, belajar untuk lebih cerdas dan mencari sesuatu yang tidak membunuh kita secara perlahan.Mencari sesuatu yang membuat kita tidak mudah terkontaminasi dengan dogma2 sesat yang dibuat oleh mereka,mereka yang merasa menjadi tuhan dan pengatur dunia ini. terus mempelajari kehidupan ini layaknya seorang manusia yang yang mempunyai akal sehat dan mempunyai hati nurani yang manusiawi. punk hari ini bagi penulis bukan punk tempo dulu di inggris atawa punk yang membuat keonaran di sana sini.
saat ini punk menurut penulis adalah punk yang memerangi kebodohan yang telah masuk ke otak dan meracuni kawan2 punker yang terjebak dengan stigma bahwa punk adalah perusuh, punk bukan pemberani semu yang bersembunyi di balik tirai kebebasan dan meneriakan sesuatu yang utopis dan khayalan sesat.punk hari ini bagi penulis bukan sex pistol, karena punk hari ini bagi penulis bukan sampah2 yang melekat di badan tampa arti menjadi pelarian dan kebutuhan budaya pamer. punk hari ini bagi penulis bukan para poser dan begundal yang pengecut, yang menindas sesama dan menjadi jagoan layaknya preman. punk bukan berapa kali kau masuk penjara, tidak!!! itu preman bukan punk!!
belajarlah menjadi manusia layaknya seorang pemberani, belajar menjadi manusia yang tidak lari dari masalah. belajarlah menjadi manusia yang mempunyai kualitas person bukan menjadi target hitungan kuantitas yang di butuhkan oleh mereka yang memanfaatkan per kepalamu untuk tujuan busuk mereka dan meninggalkan kamu tergeletak di jalanan ketika kau sudah tidak di butuhkan lagi. tapi lawanlah mereka dengan intelektualitas, lawan mereka dengan pengetahuanmu, lawan mereka dengan cara bertahan hidupmu, karena kamu bukan pecundang tapi seorang punk.
punk hari ini bukan para begundal yang lari dari kehidupan nyata dan bertarung dengan identitas semu. berteriak di jalanan dan menuhankan alkohol layaknya seorang pecundang . menuhankan kata2 sampah sebagai penguat identitas, tidak itu bukan punk! itu seorang pengecut yang bermuka tebal dan memang mereka bukan punk tapi hanya seekor preman.
punk hari in bukan penghianat. berteriak tentang kebebasan diri tapi membunuh kebebasan orang lain.berteriak tentang penghargaan pluralitas ( perbedaan ) tapi melarang hak orang laen untuk berbicara. berbicara tentang etos D.I.Y ( semangat kemandirian ) tapi dengan nyata masih menjadi benalu bagi oran lain. berteriak tentang kemerdekaan diri tapi melarang hak orang lain untuk merdeka, berteriak tentang pemberontakan jiwa tapi menjerumuskan dirinya ke dalam kesesatan yang sebenarnya.

Anak Punk: Apa Salah Kami!

11 Feb
 
 
 
 
 
 
4 Votes

Kami hidup di alam kami. Kami tidak pernah mengganggu kalian, dan kami juga hidup tidak meminta bantuan kalian, kami makan dengan cara kami, lalu mengapa kalian memusuhi dan selalu menghina kami. Seolah-olah, kami anjing kurap yang harus dibasmi!
Anak punk, punky group, anak gaul, anak nge-punk atau sejenisnya. Siapa yang tidak mengenal mereka. Sekelompok anak muda dengan tampilan yang berbeda. Rambut bergarna, anting-anting yang nyaris menghiasi seluruh tubuh, seperti lidah, bibir hingga hidung, tampil eksentrik dengan penuh percaya diri, tidak peduli kehadiran mereka yang “aneh” itu terkadang dibenci oleh masyarakat disekitarnya.
Anak punk, merupakan sebuah indentitas anak-anak muda yang ingin diperhatikan, ingin diakui dan mendapat “tempat” dihati masyarakat.
Namun sayang, rasa ingin diperhatikan ini justru dipandang lain oleh sebagian kita yang katanya memiliki toleransi dan saling menghargai.
Mari kita lihat kehidupan mereka, tidur tak ber-alaskan langit, dan singgah dimanapun tempat yang dapat disinggahi untuk dapat berteduh dari teriknya matahari, derasnya air hujan dan tidak sedikit mereka mencari tempat untuk berlindung dari kejaran masyarakat.
Tapi mereka tetap bertahan dengan kemampuan mereka. Di Aceh, saya sempat melihat bagaimana mereka mengamen untuk mencari sesuap nasi agar terhindar dari tindakan kriminal.
“Dari pada dicuri, lalu ditangkap polisi, mending kami ngamen walau terkadang orang berlari melihat kami,” kata salah seorang anak punk, saat saya tanyakan perihal aktifitas mereka di bulan suci Ramadhan, tahun lalu.
Saya pribadi senang mendengar jawaban tersebut. Saya Bangga, karena mereka juga memiliki harga diri dari pada harus mengemis tidak di jalan-jalan.
Memang, harus diakui, imej anak punk yang selama ini tersemat sebagai anak berandal, beringas, kotor, penjahat jalanan hingga anak-anak buangan masih susah terkikis dari OTAK masyarakat kita.
Walau ada pemberitaan tentang pembunuhan, pencurian dan kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak punk, sebenarnya, apa yang mereka lakukan sangatlah kecil persentasenya bila dibandingkan kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat umum.
Justru, pelaku pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, lebih banyak dilakukan oleh manusia-manusia yang katanya lebih baik dari anak-anak punk.
Mau bukti, coba cek pemberitaan di media massa, setiap harinya ada pembunuhan, pemerkosaan, pencuriaan hingga kejahatan sadis lainnya. Tapi, dari semua pemberitaan itu, berapa persenkah kejahatan-kejahatan itu dilakukan oleh anak-anak punk?
Masyarakat kita sudah SOK SUCI dengan mengatakan anak-anak punk adalah sampah masyarakat.
Bahkan tidak sedikit, masyarakat kita berkata : “Tolong bersihkan kota ini dari anak-anak berandal seperti anak punk. Kehadiran mereka merusak kenyamanan dan menggangu pemandangan!”.
Pernyataan diatas, bahkan, tidak sedikit keluar dari mulut para intelektual, manusia bertitel ustad atau ketua agama lainnya, bahkan oleh pejabat-pejabat negeri ini. Mereka seolah sudah berasa paling bersih dibanding anak-anak punk.
Di Aceh, kekesalan saya semakin bertambah saat seorang teman berkata : “Kehadiran anak-anak punk adalah perusak Aceh dan dibayar untuk merusak syariat Islam di Aceh”.
Sebuah pernyataan yang sangat memalukan dan menyakitkan.
Sekarang, mari kita tanya hati kita, sejauh mana mereka mengganggu kita? sejauh mana mereka menyusahkan kita? justru kitalah biang perusak kehidupan mereka.
Anak-anak punk, merupakan sebuah sikap atas anak-anak muda yang menginginkan pengakuan terhadap status mereka. Mereka hadir sebagai anak punk pun bukanlah lahir atas sendirinya. Tapi mereka hadir dan lahir atas sikap masyarakat kita, atas sikap keluarga yang bersikap zalim terhadap kehidupan mereka, sehingga mereka mencari “peralihan” cara agar mereka bisa bertahan hidup.
Lingkungan telah merubah mereka. Kehajatan rumah tangga (KDRT), ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat dan kezaliman lainnya yang mereka lihat dan mereka rasakan langsung. DAN PAHAMKAH KITA AKAN INI!
Di Aceh, bahkan, anak-anak punk pun ditangkap dan digunduli. Mereka di bina oleh kepolisian.
Partanyaan saya, mengapa mereka ditangkap, mengapa mereka digunduli? apa salah mereka? Karena, tidak sedikit dari mereka juga menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa ramadhan, dan pastinya, ANAK PUNK TIDAK PERNAH KORUPSI!
Mereka ditangkap karena alasan masyarakat tidak nyaman atas kehadiran mereka.
Mengapa bukan kita, masyarakat, yang membina mereka dengan berbagai kegiatan. Membina mereka dengan aktifitas yang lebih bermanfaat. Bukan harus ditangkap dan digunduli. Seolah-olah mereka adalah penjahat yang harus dihabisi.
Bisa jadi, kita, masyarakat yang menuduh mereka anak-anak “rusak” justru lebih rusak dari anak-anak punk itu sendiri. Bahkan, para penangkap anak-anak punk itu, belum tentu mereka melaksanakan shalat lima waktu. Dan belum tentu tidak melakukan korupsi di kantornya.
Mari tanyakan hati kita!

Riwayat Hidup

 Saya edo franata, saya di lahirkan pada tangal 03 juni1998. Tapatnya pada hari rabu malam pukul 23.11 wib. Sejak kecil saya di bsarkan di lingkungngan yang sederhana bapak saya adalah seorang buruh dan ibu saya seorang ibu rt nama ayah saya maduwi dan ibu saya bernama suryati.
 Saya mempunyai sebuah hobi yaitu bermain musik.cita cita pada saat ini yaitu menjadi pelajar tapi kalau cita cita ku untuk masa depan kun anti adalah minjadi seorang anggota MUSISI.





                                                                                                   Salam  manis
                                                                                                   
                                                                                                   Edo Franata

Degradasi Lahan

 
 
 
 
 
 
59 Votes

PENDAHULUAN

Pembukaan lahan yang tidak menggunakan prinsip dapat mengakibatkan banyak hal negatif, tidak hanya dalam hal pembukaannya tetapi juga pada penggunaan dan pengelolaannya. Pembukaan secara besar-besaran antara lain menggunakan alat-alat berat dapat menimbulkan pencemaran suara. Tidak hanya itu, keterlambatan penanaman lahan yang telah dibuka juga banyak menimbulkan erosi pada saat musim hujan. Sehingga banyak kemungkinan perairan menjadi keruh dan pada gilirannya mengakibatkan gangguan terhadap kehidupan perairan misalnya turunnya produksi perikanan.sedangkan erosi yang terus menerus  dan berlebihan mengakibatkan sedimentasi.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat orang lupa akan kelestarian lingkungannya, namun seiring dengan itu usaha-usaha perbaikan lingkungan  pun  juga gencar dilaksanakan. Dalam tugas terstruktur ini akan dibahas tentang pembukaan lahan.


PEMBAHASAN

A.     Pengenalan Lahan
Usaha untuk menaikkan daya tahan lingkungan  dengan menambah luas lahan yang digunakan untuk pertanian merupakan  reaksi terhadap kenaikan kepdatan penduduk. Reaksi tersebut merupakan akibat dari  tekanan  penduduk.
Tekanan penduduk terhadap lahan semakin  diperbesar oleh bertambah sempitnya lahan pertanian karena digunakan  untuk kepentingan  lain, misalnya  permukiman ,jalan dan pabrik. Kerusakan  hutan membawa banyak akibat. Hutan mempunyai fungsi perlindungan terhadap tanah. Tetesan air hujan dengan energinya memukul permukaan tanah, mengakibatkan mengelupasnya butir-butir tanah. Proses ini disebut dengan erosi percikkan (splash erosion).

B.    Sumber Degradasi Lahan
Degradasi adalah perubahan yang mengarah kepada kerusakan di muka bumi. Degradasi di sini artinya  penurunan kualitas maupun  perusakan lahan.
Penebangan hutan yang semena-mena merupakan degradasi lahan. Selain itu tidak terkendali dan tidak terencananya penebangan  hutan secara baik merupakan bahaya ekologis yang paling besar. Kerusakan lahan atau tanah akan berpengaruh terhadap habitat semua  makhluk hidup yang ada di dalamnya  dan kerusakan habitat sangat berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup yang disangganya. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya degradasi yaitu:
  • Erosi
  • Pestisida
  • Bahan radioaktif
  • Pupuk kimia
  • Deterjen
  • Sampah organik (terutama dari daerah perkotaan)
  • Wabah dan penyakit (baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan) dan   penyebaran organisme yang menyebabkan infeksi
  • Limbah industri anorganik (berbentuk  gas, cair dan  padat)
  • Semakin menurunnya tingkat kesuburan tanah/ lahan untuk budidaya pertanian  karena siklus pemanfaatan lahan  yang terlalu intensif tanpa upaya penyuburan kembali (refertilization)
  • Semakin banyaknya areal semak-semak belukar dan tanah gundul bekas penebangan hutan ilegal dan peladangan bakar yang tidak dihijaukan kembali
  • Semakin banyaknya lubang-lubang bekas galian mineral tambang/ bekas galian tanah  untuk pembuatan bata dan genting  yang dibiarkan tanpa upaya reklamasi.

C.    Dampak Kerusakan Lahan/ Tanah
Kerusakan lahan atau tanah dapat menyebabkan berbagai dampak antara lain terjadinya erosi dan sedimentasi serta masih banyak hal yang ditimbulkan.
Erosi mempunyai beberapa akibat buruk. Penurunan kesuburan tanah. Kedua menurunnya produksi sehingga akan mengurangi pendapatan petani. Erosi tanah dapat terjadi akibat adanya curah hujan yang tinggi, vegetasi penutup lahan yang kurang. Kemiringan lereng dan tata guna lahan  yang kurang tepat. Pendangkalan sungai untuk mengalirkan juga berkurang dan menyebabkan bahaya banjir. Pendangkalan saluran pengairan mengakibatkan naiknya dasar saluran, mengurangi luas lahan pertanian yang mendapat aliran irigasi.
Kerusakan  sumber daya air selain  banjir  dan erosi adalah kekeringan  dan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kerusakan sumber daya tanah dan air merupakan masalah yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini karena sebagai sumber daya alam,tanah mempunyai peranan yang sangat penting. Sebagai sumber unsur bagi tumbuhan dan sebagai media akar tumbuhan berjangkar dan tempat air tanah tersimpan. Erosi yang terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan sedimentasi. Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh Air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.

D.    Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah. Sebelum dilakukan remediasi hal yang perlu diketahui adalah:
  1. Jenis perusak atau pencemar (organik/ anorganik), terdegredasi/ tidak, berbahaya  atau tidak.
  2. Berapa banyak zat perusak/ pencemar yang telah merusak/ mencemari tanah tersebut.
  3. Perbandingan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfat (P)
  4. Jenis tanah
  5. Kondisi tanah (basa, kering)
  6. Telah berapa lama zat perusak terendapkan di lokasi tersebut.

Ada dua jenis remediasi tanah:
a)     In situ (on-site)
In situ adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
b)     Ex situ (off site)
Ex situ meliputi penggalian tanah  yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Dari daerah aman, tanah  tersebut dibersihkan dari zat pencemar, caranya:
§         tanah tersebut disimpan di bak/ tangki yang kedap
§         kemudian pembersih dipompakan ke bak/ tangki tersebut
§         selanjutnya zat perusak/ pencemar dipompakan keluar dari bak  yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

E.     Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan perusakan atau pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi  bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbondioksida dan air).
Empat teknik dasar yang biasanya digunakan dalam bioremediasi:
  1. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrient, pengaturan kondisi redoks, optimasi PH, dan sebagainya.
  2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus.
  3. Penerapan immobilized enzymes.
  4. Penggunaan tanaman (phyroremediation)
Proses bioremediasi harus memperhatikan:
§         temperatur tanah
§         ketersediaan air
§         nutrient (N,P,K)
§         Perbandingan C:N kurang dari 30:1
§         ketersediaan oksigen



PENUTUP

Kesimpulan
·           Pembukaan lahan secara besar-besaran dan menggunakan alat-alat berat menimbulkan pencemaran  suara.
·           Keterlambatan penanaman lahan menyebabkan erosi,sedangkan erosi terus menerus menyebabkan sedimentasi
·           Degradasi adalah penurunan kualitas maupun kerusakan lahan.
·           Dampak kerusakan lahan dapat menyebabkan berbagai akibat, misalnya erosi  dan sedimentasi.
·           Jenis remediasi ada dua yaitu in situ dan ex situ.